SELAMAT DATANG DI BLOG ADIB
Catatan'e Adheb
SELAMAT DATANG DI BLOG ADIB
Catatan'e Adheb
SELAMAT DATANG DI BLOG ADIB
Catatan'e Adheb
SELAMAT DATANG DI BLOG ADIB
Catatan'e Adheb
SELAMAT DATANG DI BLOG ADIB
Catatan'e Adheb
SELAMAT DATANG DI BLOG ADIB
Catatan'e Adheb
Kamis, 01 Oktober 2020
tips Persiapan Mendaki di Masa Pandemi
Rabu, 16 September 2020
Tips Naik Pesawat di Masa Pandemi
Naik pesawat bukanlah suatu hal yang mesti ditakutkan bagi kita semua. Gak jauh beda ama naik kapal, mobil, dan lainnya. Bagi yang baru pertama kali, naik pesawat bisa saja menjadi hal yang ditakutkan karena merasa canggung entah takut ketinggian, masih awam dengan prosedur cara naik pesawat, atau bingung bagaimana nanti begitu sampai di tujuan. Mungkin seperti itulah pengalaman yang saya rasakan ketika pertama kali naik pesawat, ketika harus berangkat sendirian di dalam penerbangan yang untuk pertama kalinya. Berbagai pikiran timbul di kepala entah cara check in, bagaimana mengurus bagasi, dan berbagai administrasi lainnya.
![]() |
| Hilir-Mudik Para Penumpang di Bandara NYIA |
Namun bukan itu yang akan saya bahas di sini. Kali ini saya akan berbagi cerita dan berbagi tips naik pesawat di masa pandemi. Karena tidak sedikit orang yang takut adanya kerumunan, takut bersentuhan, bahkan takut keluar rumah dengan adanya corona yang menyebar di berbagai negara di dunia. Saya turut hal tersebut ketika pertama kali akan naik pesawat di masa pandemi ini. Untuk itu, saya akan berbagi pengalaman karena saya yakin banyak yang megalami hal serupa. Bahkan pengalaman ini lebih menakutkan bagi saya dibandingkan pengalama pertama naik pesawat. Bukan pada saat keberangkatan ke lokasi tujuan, namun ketakutan pada masa persiapan menjelang penerbangan.
Ada beberapa hal yang harus kalian persiapkan apabila ingin naik pesawat pada masa pandemi. Pertama, cari informasi persyaratan yang harus dipenuhi di lokasi tujuan. Umumnya sebagian besar bandara hanya mempersyaratkan bukti rapid tes yang menunjukkan bahwa kalian sehat dan non reaktif melalui hasil rapid. Namun ada juga bandara yang mewajibkan pengunjung melakukan tes swab. Jika hal itu diwajibkan, maka mau tak mau kalian harus melakukan tes swab karena jika hanya sekedar tes rapid persyaratan tersebut otomatis akan ditolak dan kalian perjalanan kalian menjadi terkendala. Teman saya pernah mengalami hal ini ketika akan melakukan penerbangan ke wilayah Papua. Untuk tiba di tujuan, para pengunjung wajib menyertakan bukti tes swab karena pada saat itu kasus di sana relatif tinggi. Begitu juga pengalaman teman lain yang harus melakukan swab tes ketika melakukan perjalanan ke Aceh.
Di beberapa bandara terdapat fasilitas tes rapid di tempat, namun lebih baik jika kalian mempersiapkan rapid tes beberapa hari sebelum keberangkatan. Biaya rapid tes cukup variatif tergantung lokasi dan kebutuhan. Namun untuk persyaratan penerbangan kalian sebaiknya tidak sekedar menunjukkan bukti hasil rapid semata, tetapi juga disertai surat keterangan dari dokter setempat yang menyatakan bahwa hasil rapid kalian non reaktif/ negatif. Jika ingin lebih aman sebaiknya melakukan tes di lokasi yang kredibel dan terkenal. Pastikan nama, tanggal tes, serta identitas kalian sesuai agar tidak ada permasalahan. Di Jakarta petugas akan menanyakan secara detail bukti persyaratan yang dibutuhkan. Bahkan petugas tidak segan-segan untuk menelpon lokasi tempat tes kalian untuk memastikan bahwa lokasi tes benar-benat valid. Jangan lupa cek masa aktif hasil tes kalian karena kebijakan bisa saja berubah. Apakah bukti tes tersebut hanya bisa digunakan untuk 3 hari, 1 minggu, atau lebih. Terakhir pemerintah memberi kelonggaran jika hasil rapid tes dapat digunakan hingga 2 minggu untuk penerbangan, sehingga tidak masalah jika kalian melakukan rapid tes jauh hari sebelum keberangkatan. Jika harus melakkan swab tes, periksalah jauh-hari sebelum keberangkatan dengan menyesuaikan perkiraan tanggal keberangkatan. Swab tes berbeda dengan rapid, dan hasilnya baru keluar sekitar 3 hari bahkan lebih, tergantung daerah kalian masing-masing. Untuk itu, kalian jangan melakukan swab mendekati hari keberangkatan.
Pastikan kondisi tubuh kalian dalam keadaan sehat. Ini merupakan bagian yang paling saya takutkan. Meski selama ini terlihat sehat, saya selalu khawatir apabila kondisi tubuh saya tiba-tiba panas menjelang tes rapid. Makanya, persiapkan mental kalian dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan agar tetap fit sebelum melakukan pengecekan baik olahraga teratur, minum suplemen vitamin, dan kegiatan lain yang dapat menunjang kesehatan kalian.
Jika kalian bepergian untuk urusan tugas, maka persiapkan surat tugas kalian sebagai bukti ketika akan melakukan penerbangan. Surat ini sangat penting dan cukup membantu kalian di masa pandemi ini demi memperlancar urusan administrasi dan persyaratan lain, sehingga kalian tidak terlalu banyak dicecar pertanyaan. Jelaskan pula tujuan kalian serta berbagai hal penting yang dapat membantu kelancaran dalam pengecekan berkas. Persiapkan APD yang dibutuhkan, yang sekiranya sesuai dan biasa kalian bawa seperti masker, faceshield, atau hand sanitizer. Jika perlu, kalian bisa membawa keperluan lain seperti antiseptik, sarung tangan, bahkan alcohol. Cek juga maskapai penerbangan kalian, apakah bisa memesan tempat duduk yang sosial distancing atau tidak. Ada beberapa maskapai yang menyediakan fasilitas tersebut sehingga kursi di samping kalian dapat dikosongkan seperti pengalaman saya ketika bepergian ke luar Jawa. Namun apabila fasilitas ini tidak tersedia, kalian harus menjaga diri, minimalisir sentuhan, dan kalau bisa, tahan bersin atau batuk selama di pesawat.
Sebaiknya kalian tiba di bandara 3 jam sebelum keberangkatan agar lebih nyaman, karena di jam-jam sibuk pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama baik untuk pengecekan dokumen maupun antrian dalam proses check in. Jangan malu untuk menanyakan porsedur check in di bandara, karena setiap bandara mempunyai kebijakan yang berbeda beda. Pengalaman saya ketika di Jogja, begitu masuk rungan bandara langsung menuju lokasi pengecekan dokumen rapid, lalu masuk ke dalam lagi untuk proses check in dengan alur yang tertata. Kemudian baru mengisi data eHAC setelah kita memperoleh nomor kursi tempat duduk. Namun ketika di Pontianak, saya harus mengisi eHAC dan pemeriksaan dokumen, baru bisa check in. Jika tidak sesuai alur, maka petugas tidak mau memprosesnya.
Sebaiknya kalian mendownload registrasi aplikasi eHAC sebelum keberangkatan, karena tidak sedikit yang bermasalah ketika melakukan registrasi, dan harus dilakukan beberapa kali. Beberapa data yang harus diisi seperti nomor tempat duduk, alamat awal dan alamat tujuan, tujuan keberangkatan, dan beberapa hal terkait data diri. Petugas akan melakukan pengecekan data kalian di bandara terakhir sebelum keluar melalui scan barcode, dan jika kalian belum mengisi, maka kalian harus mengisi data secara manual di bandara tujuan, sehingga cek dengan teliti apakah data yang kalian isi sudah benar-benar terkirim. Persiapkan juga paket data yang terjangkau di berbagai wilayah, karena di beberapa bandara hanya terdapat sinyal tertentu.
Semoga kalian semua sehat, dapat bepergian seperti sedia kala dengan aman, sehat, dan terhindar dari corona, dan semoga pandemi ini segera berakhir agar kita bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala.
Selamat bepergian kawan…
Rabu, 19 Agustus 2020
Wisuda di Masa Pandemi (unfogottable moment), Sebuah Wisuda yang Gak Disengaja
Wisuda merupakan sebuah impian bagi setiap mahasiswa. Setelah menyelesaikan perkuliahan selama rentang waktu tertentu, para mahasiswa akan menunggu momen pucak kebahagiaan, moment selebrasi, sebuah perayaan atau syukuran secara resmi yang dilepas oleh rektor sebagai tanda bahwa dia sudah menyelesaikan masa studinya. Prosesi tersebut dapat dilakukan di mana saja, entah di gedung fakultas, universitas, auditorium, bahkan menyewa hotel untuk menggelar hajatan bagi sebuah momen kebahagiaan para mahasiswa.
Begitu pula bagi para wisudawan/wisudawati yang akan mengikuti prosesi acara ‘sakral’ ini, tentunya sudah mempersiapkan segala kebutuhan dari mengundang keluarga terdekat untuk menghadiri prosesi acara yang biasanya diwakili oleh kedua orang tua, meskipun bagi mahasiswa dari luar kota kadang juga membawa saudara lain yang menunggu di luar gedung. Maklum, tiket masuk ruangan seringkali hanya terbatas untuk dua orang saja. Membawa pacar, istri, suami, atau teman dekat tentu menjadi hal yang ditunggu-tunggu di acara seperti ini. Bahkan tak jarang para wisudawan sudah memesan fotografer untuk berfoto bersama pasca wisuda di fotobooth yang banyak ditawarkan di luar gedung berjajar-jajar. Tak lupa, toga, samir, selendang, atau baju kebesaran lain sudah dipersiapkan jauh hari untuk dipakai di hari terbaik ini. Para wisudawati akan bangun pagi-pagi, kalau perlu sebelum subuh untuk mempersiapkan rias dan make up yang kadang juga harus antri berjam-jam. Sungguh luar biasa…..
Dresscode wisuda yang biasa-biasa saja
Namun gimana buat kalian yang wisuda di tahun 2020 ini? wisuda virtual atau daring yang hanya bisa bertatap muka secara online? Jangan berkecil hati kawan… Dengan wisuda online kalian bisa lebih menghemat ongkos karena tidak perlu menyewa make up. Cukup make up sendiri di rumah, tak perlu pergi ke gedung dan berdesak-desakan mencari keluarga pasca wisuda. Jalan di sekitaran juga tidak macet kok. Semua pasti ada hikmahnya. Kalian cukup wisuda dari rumah, duduk rapi di depan laptop atau hp, jangan lupa untuk mempersiapkan paket internet karena untuk gabung di wisuda virtual butuh kuota yang gak sedikit. Kalau perlu, siapkan kopi biar semakin cess pleng, bisa wisuda sambil ngopi, asal jangan sampai terlihat di kamera pas nyerupt kopinya, oke??
Saya sendiri gak pernah membayangkan akan wisuda online. Siapa sih yang gak ingin ikut prosesi wisuda seperti biasa, ‘berpesta’ dan bersyukur atas pencapaian kita? Namun apa daya di tahun ini sedang ada musibah, sebuah pandemi yang mengharuskan kita untuk saling menjaga diri, menjaga jarak, agar terhindar dari virus corona yang menyebar di seluruh dunia. Di sini, saya ingin sedikit cerita pengalama wisuda yang tak terlupakan. Bukan karena tidak bisa ikut wisuda seperti biasa, bukan karena harus wisuda secara virtual, namun lebih dari itu. Saya baru tahu jadwal wisuda saya secara gak sengaja dan hanya bisa melihat dari youtube tanpa bisa ikut langsug prosesinya. Sungguh malang nasib saya…. Namun saya memberikan disclaimer bahwa cerita ini saya bagikan karena sesuatu yang unforgettable moment dan jangan menyalahkan saya atau pihak kampus. Cukup dengarkan ceritanya sebagai sebuah momen yang tak terlupakan. Siapa tahu kalian juga punya momen yang lebih parah dari saya.. hahaaa
Jadi ketika mulai ada corona dan semua kegiatan wajib dilakukan secara WFH, saya sedang membuat tugas akhir dan mulai bimbingan dengan dosen. Beruntung, penelitian lapangan saya sudah selesai sehingga hanya fokus dari bab 2 sampai selesai. Meskipun suatu hal yang tak biasa bagi saya dan mungkin juga bagi semua mahasiswa, saya tetap berusaha bimbingan secara online. Singkat cerita, akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas akhir dalam 3 bulan (meskipun jika dengan persiapan butuh lebih dari 6 bulan). Dilanjut dengan ujian dan tidak terlalu memerlukan perijinan yang ribet, karena saya bisa mengurusnya secara online baik melalui WA atau login melalui akun mahasiswa. Ujian secara online membuat saya lebih rileks dan gak setegang ujian langsung. Beruntung, saya sendiri sudah ckup terbiasa memakai aplikasi meeting online, sehingga tidak begitu mengalami kendala. Bahkan suasananya cukup cair yag dilakuka di rumah masing-masing, mungkin saja kalian akan merasakan hal yang sama.
Selesai ujian, saya mempersiapkan persyaratan wisuda setelah menyelesaikan sedikit revisi. Batas akhir pendaftaran yudisium biasanya sebulan, bahkan kadang dua bulan sebelum wisuda. Persiapan wisuda pada masa saya merupakan pertama kalinya dengan berbagai aturan yang serba online. Jangankan saya, pihak kampus sendiri masih dalam tahap persiapan dan perancangan metode online, sehingga relatif ribet dengan berbagai pihak yang harus dihubungi. Mulai dari pembayaran wisuda, pengurusan administrasi baik pihak jurusan, fakultas, pendaftaran di universitas, pengurusan bebas pustaka di fakultas, universitas, bahkan bebas pustaka di luar kampus. Belum lagi di masing-masing bagian, saya harus menghubungi petugas masing-masing dengan jobdes yang berbeda-beda. Namun sekali lagi, ini tahapan awal ya, jadi cukup wajar bagi saya jika relatif ribet karena belum menemukan metode yang saling terkoneksi.
Meskipun semua serba online, ternyata pengurusan bebas pustaka di fakultas harus secara ofline, padahal di fakultas lain sudah bisa daring. Atau harus menitipkan persyaratan seperti pengumpulan tugas ahir ke teman untuk datang langsung ke kampus apabila tidak mau mengurus sendiri. Jadi, mau gak mau saya harus datang ke kampus untuk menyelesaikan satu persyaratan ini, sementara yang lain sudah diurus secara online.
Setelah semua beres, saya tinggal menunggu jadwal wisuda yang telah ada di kalender akademik. Di jadwal tertulis jika wisuda saya seharusnya tanggal 5 Agustus, sehingga saya selalu update berita baik melalui teman atau poertal kampus untuk mencari info wisuda online. Hingga menjelang wisuda saya masih belum dapat info apakah wisuda sesuai jadwal atau diundur. Saya berkesimpulan jika wisuda diundur, karena wisuda gelobang sebelumnya ikut mundur akibat pandemic. So, waktu itu saya milih naik Gunung Lawu bersama temen-temen lewat jalur Cemoro Kandang. Saya nge-camp di pos 4, dan kebetulan di sini sinyal internet cukup lancar. Hari-H pun masih saya pantau jadwal wisuda saya, dan belum juga menemukan informasi sama sekali. Bahkan saat saya Tanya ke bagian administrasi di fakultas, dijawab jika wisuda tetap sesuai jadwal, meskipun saya tidak tahu bagaimana saya bisa ikut. Demi mendapatkan informasi, saya masih menyempatkan diri mencari info di atas gunung, effort yang lar biasa.. (sambil menyemangati diri). Esok hari, masih saja saya pantau jadwal wisuda dan masih belum ada info sama sekali. Fix, mungkin wisudanya diundur bulan depan, dua bulan lagi, atau entah kapan. Setelah itu, saya hanya sekali menengok kampus login ke akun mahasiswa, berharap ada info wisuda.
Hingga suatu ketika, pada tanggal 19 agustus saya pergi ke kota untuk suatu urusan. Selesai urusan, saya mampir ke minimarket dan tiba-tiba ada notif live di hp saya. Saya memang sudah lama subscribe channel kampus, sehingga selalu ada notif apabila pihak kampus update video lewat youtube. Untuk internetan saya memang harus keluar rumah karena sinyal di desa agak susah, makanya saya tidak setiap hari buka internet. Begitu ada notif, langsung saja saya buka dan ternyata sedang ada live wisuda. Awalnya saya gak begitu ‘ngeh’, dan saya pikir itu wisuda kemarin, tapi kemudian saya baru sadar jika saat itu tayangan secara live, apalagi ada judul wisuda gelombang 4 yang ternyata itu jadwal wisuda saya. Kaget bukan main.. langsung saja ku-googling cari berita jadwal wisuda. Eh, ternyata informasi tersebut diupload di portal universitas seminggu yang lalu, sementara jadwal pendaftaran untuk ikut wisuda sudah ditutup kemarin. Langsung saya kontak temen yang wisuda bareng, eh,, ternyata dia juga gak tau, dan kamipun ketawa karena ini semua. Di saat pandemi, mahasiswa banyak yang di kampung, dan pemberitaan hanya melalui web yang jarang dibuka oleh para mahasisiswa, tentu hal yang disayangkan. Pihak kampus tidak aktif memberi info kepada mahasiswa yang sedang banyak berada di desa. Yah, mau gimana lagi.
Saya hanya bisa duduk di kursi, mengikuti prosesi wisuda virtual yang hanya tinggal 15 menit itu. Sambil ketawa-tawa melihat kebahagiaan para peserta. Ada yang memakai toga, samir, dengan hem putih dan dasi. Saya menonton streaming dengan kaos biasa, duduk menikmati siaran youtube dengan sebungkus rokok dan sebotol minuman yang baru dibeli tadi.
Ah… sebuah wisuda yang gak disengaja…
Karena wisuda adalah hal yang bias, dan kita harus tetap berkarya…
Jumat, 17 Juli 2020
Teknik Navigasi Darat (Bag 5) Menentukan Arah Tanpa Kompas dan Memperkirakan Cuaca
- Kuburan orang Islam, biasanya membujur dari utara ke selatan, dengan batu nisan berada di sebelah utara.
- Masjid selalu menghadap ke kiblat/ barat laut
- Matahari terbit dari timur, dan terbenam di sebelah barat
- Sebagian pohon yang berlumut, menunjukkan arah timur, karena terik sinar matahari belum terlalu panas.
- Semua benda langit berjalan dari arah timur ke barat
- Perhatikan rasi bintang salib (gubug penceng), perpanjangan garis diagonal yang memotong secara horizontal dari tempat kedudukan kita adalah sebelah selatan.
- Jika hari terang/cerah
- Sebelum matahari terbenam, maka langit berwarna merah
- Di pagi hari terdapat embun dan kabut
- Di malam hari, bulan dan bintang bercahaya
- Awan gelap dan bergantung rendah
- Matahari tenggelam berwarna pucat
- Di pagi hari biasanya terdapat pelangi
- Di pagi hari udara terasa panas dan kering
- Terdapat hujan sebelum angin
- Matahari terbit dari balik awan
- Awan bergerak dengan garis-garis yang jelas
- Terjadinya pertukaran cuaca
- Terdapat banyak angin sebelum hujan, dan tidak jadi hujan
- Pagi hari udara terasa panas dan kering
- Jika akan terjadi hujan, biasanya burung terbang rendah, semut-semut tetap berada di dalam sarangnya, dan di malam hari, cacing menimbun tanah berbutir, dan apabila hujannya lama, maka akan keluar dari lubangnya.
- Jika terjadi pergantian cuaca, maka semut akan keluar dari sarangnya, dan mondar-mandir, cacing tetap berada di dalam lubang, dan kelelawar terbang hingga senja.
Teknik Navigasi Darat (Bag 2) Mengenal Peta
![]() |
| Contoh Peta permukaan Gunung Merapi |
![]() |
| skala garis |
![]() |
| mengenal utara peta |
- Deklinasi Peta adalah beda sudut antara sebenarnya dengan utara peta. Ini terjadi karena perataan jarak paralel garis bujur peta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang digambarkan pada peta.
- Deklinasi Magnetis adalah selisih beda sudut utara sebenarnya dengan utara magnetis.
- Deklinasi Peta magnetis adalah elisih besarnya sudut utara peta dengan utara magnetis bumi.
- Variasi Magnetis adalah perubahan/pergeseran letak kutub magnetis bumi pertahun.
- Satu garis kontur mewakili satu ketinggian tertentu.
- Garis kontur yang lebih rendah mengelilingi garis ontur yang lebih tinggi
- Garis kontur tidak pernah berpotongan
- Kontur yang rapat menunjukkan medan yang curam, sedangkan kontur yang renggang menunjukkan daerah yang landai.
- Pada daerah yang landai, maka garis konturnya saling berjauhan, sedangkan pada daerah yang rapat garis konturnya akan saling berdekatan.
- Pada kerapatan tertentu, biasanya diberi indeks kontur/ garis kontur tebal (biasanya setiap 10 kontur)
- Garis kontur yang berbentuk huruf “U” menandakan punggungan gunung, dimana ujungnya menjauhi puncak.
- Garis kontur yang berbentuk huruf “V” terbalik menandakan lembah, dimana ujung yang melengkung mendekati arah .puncak.
![]() |
| garis kontur |
Selasa, 05 Mei 2020
Teknik Navigasi Darat (Bag 4) Teknik Peta dan Kompas
![]() |
| ormed |
- Cari tempat yang terbuka, agar terlihat tanda medan yang jelas
- Letakkan peta di bidang datar
- Samakan antara utara peta dengan utara kompas, dengan cara meletakkan kompas diatas peta dan sejajarkan antara arah utara peta dengan utara magnetis/utara kompas, dengan demikian, letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi.
- Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling anda dan temukan tanda medan tersebut dipeta, lakukan untuk beberapa tanda medan yang ada.
- Ingat tanda medan itu, bentuk dan tempatnya dimedan sebenarnya maupun dipeta, ingat-ingat tanda medan yang khas dari setiap tanda medan.
- Lakukan orientasi peta/medan
- Cari tanda medan yang mudah dikenali di medan sebenarnya dan di peta, minimal 2 buah titik
- Bidik tanda medan tersebut dengan kompas, dan perhatikan derajat yang dihasilkan dari bidikan tersebut, back azimuthkan hasil dari bidikan tadi
- Lakukan untuk 2 tanda medan atau lebih, agar hasil yang kita dapatkan lebih akurat
- Pindahkan hasil tersebut ke sudut peta
- Tarik garis lurus 2 atau lebih objek tersebut dengan protactor
- Perpotongan 2 garis tersebut akan menghasilkan posisi dimana kita berada
- Untuk melakukan pengecekan kita gunakan orientasi medan dengan peta
- Lakukan orientasi peta/medan
- Tentukan posisi kita di peta
- Bidik obyek sasaran kita
- Pindahkan sudut kompas ke sudut peta
- Bergerak ke posisi lain, dan pastikan posisi tersebut di peta, ulangi langkah di atas
- Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut/ lebih yang didapat adalah posisi obyek sasaran di peta.
- Lembah atau sungai kita gambar dengan garis warna biru
- Jalan setapak kita gambar dengan garis warna kuning
- Punggungan, kita gambar dengan garis warna hijau
- Lintasan perjalanan, kita gambar dengan garis warna merah
- Garis resection, kita gambar dengan pensil
- Lintasan perjalanan, sebelum melakukan perjalanan kita melakukan plotting lintasan perjalanan yang akan kita lalui, dengan garis putus-putus.
- Garis bidikan, biasanya setelah kita melakukan bidikan, baik resection, maupun intersection, kita menggarisnya menggunakan pensil.
- Realisasi perjalanan yang dilakukan setelah kita tiba di tempat tujuan, yaitu garis lintasan realisasi perjalanan sebenarnya yang kita tempuh, karena dalam melakukan perjalanan kita tidak selalu sama dengan plotting lintasan perjalanan yang kita buat, karena adanya berbagai rintangan yang ada selama perjananan yang tidak kita ketahui. Realisasi perjalanan ini dibuat dengan garis lurus, dari titik sebelumnya menuju titik terakhir kita.
- Sebagai perencanaan perjalanan dari titik awal, hingga titik akhir
- Untuk mempermudah dalam memahami medan
- Agar posisi kita bias terkontrol sewaktu-waktu.
- Agar kita mengetahui dan memahami hambatan-hambatan kita di dalam melakukan perjalanan.
- Garis ketinggian sebenarnya, yang diukur dari permukaan air laut relative/ rata rata (MDPL).
- Garis ketinggian nisbi, yang diukur dari suatu tempat yang telah diketahui tingginya.
- Cari 2 titik berdekatan yang nilainya tercantum
- Hitung selisih ketinggian antara kedua titik tersebut. Hitung berapa kontur yang terdapat antara keduanya (jangan menghitung kontur yang sama harganya bila kedua titik terpisah oleh lembah). Dengan mengetahui selisih ketinggian kedua titik tersebut dan mengetahui juga jumlah kontur yang didapat, dapat dihitung berapa interval konturnya (harus me rupakan bilangan bulat).
- Lihat kontur terdekat dengan salah satu titik ketinggian (bila kontur terdekat itu berada diatas titik, maka nilai kontur itu lebih besar dari titik ketinggian. bila kontur terletak dibagian bawah, nilainya lebih kecil). Hitung nilai kontur terdekat itu yang merupakan kelipatan darinilai interval kontur yang telah diketahui dari perhitungan sebelumnya, lakukan perhitungan diatas beberapa kali sampai yakin dri nilai yang didapat untuk setiap kontur.
- Cantumkan nilai beberapa kontur pada peta anda agar mudah mengingatnya.
Selasa, 03 Maret 2020
Teknis Navigasi Darat (Bag 3) Mengenal Kompas
![]() |
| kompas |
![]() |
| contoh kompas bidik |
![]() |
| contoh kompas orientering |
- Pertama, kita hilangkan gangguan lokal yang dapat mengganggu kinerja kompas.
- Kita atur kedudukan kompas, agar benar-benar pada posisi mendatar (horisontal) sesuai dengan arah garis medan magnet bumi.
- Orientasikan arah kompas ke sasaran yang dituju
- Bidik sasaran secara tepat dengan melihat posisi kompas (mendatar) melalui celah pembidik, garis rambut, dan obyek garis lintasan harus berada pada satu garis lurus, agar didapat derajat yang sebenarnya.
- Baca skala derajat penyimpangan antara kutub utara dengan garis lintasan yang ditunjuk jarum kompas dengan benar.
- Sudut penyimpangan tersebut merupakan besaran sudut kompas yang kita cari.

















