Menapaki Puncak Turgo - Sabtu, 15 April 2011, potensi RG berinisiatif untuk latihan navigasi di alam bebas, setelah adanya kesepakatan dalam kumpul potensi malam sebelumnya di Black S’tone . Kali ini, tempat tujuan yang dituju adalah puncak Turgo, karena dari para potensi belum ada yang pernah naik ke puncak tersebut. Mulai kumpul jam 09.00 WIB di sanggar Mapalaska, akhirnya ada 4 orang yang bisa ikut pada waktu itu, dkarenakan ada bebepara orang yang berhalangan, ada urusan masing-masing.
Peserta yang ikut kali ini 3 orang dari potensi RG, yaitu Monker, Marucil, dan Go-Blank, serta teman dari potensi lain, Nana. Kita berangkat dari sanggar berempat, dibarengi dengan hujan gerimis sampai tempat tujuan, yaitu di beskem Turgo. Di sana, kita bertemu dengan pak Tri, memang spesialis guide bagi orang-orang yang ingin melakukan tracking, ataupun kegiatan alam bebas lainnya.
Pak Tri orangnya cukup ramah, bahkan dia mengenal beberapa alumni, seperti mas Parlan ataupun mas Sulis. Di tempat tersebut terdapat beberapa paket wisata, baik untuk tracking, berkebun, memanen teh, maupun untuk mengamati pohon yang ada di sekitar. Selain itu, disana juga ada produk khas Turgo, seperti peyek, jamur, ataupun teh Turgo. BAgi anda penikmat the, disarankan untuk mencoba the Turgo, yang rasanya cukup nikmat. Setelah berbasa-basi serta mendapatkan beberapa informasi yang ada, kita memulai perjalanan menapaki Turgo pukul 11.30 WIB.
Dimulai dengan menapaki jalan beraspal, hingga kita menemukan tulisan RT 0 RW 0. Baru pertama kali kami melihat ada Rt maupun Rw 0. Kemudian melanjutkan perjalanan, hingga melewati beskem tempat ziarah religious, Syekh Jumadil Kubro. Seperti wejangan dari pak Tri, setelah habis aspal, maka lurus terus mengikuti jalan setapak. Kitapun mencari jalan seperti apa yang diarahkan oleh pak Tri tersebut. Kemudian kita berhenti sejenak di pinggir sungai, antara Turgo dan Plawangan. Di tempat tersebut sambil ormed, kita foto-foto dan tak lupa membuat video dokumenter. Hasilnya cukup lumayan.
Dilanjutkan lagi dengan naik ke puncak, yang memakan perjalaan lumayan melelahkan. Untung kita pakai daypeck, coba kalau pakai carrier, pasti berat dan melelahkan. Kira-kira 5 menit sebelum puncak, kita istirahat, sambil; melihat pemandangan yang bagus di sebelah utara. Tak lupa kita orientering memasuki goa yang ada tepat di bawah puncak tersebut. Kita singgah sebentar ke puncak, sambil melihat makam yang ada, lalu balik ke goa lagi untuk istirahat sambil makan snack yang kita bawa.
Serasa istirahat sudah cukup, kita melanjutkan untuk turun ke bawah. Kali ini kita turun cepat, tak sampai sepertiga dari lama perjalanan naik, kita sudah sampai di bawah. Karena mengejar agar tidak hujan. Di perjalanan turun kita menemui beberapa orang yang akan melakukan ziarah di puncak.
Di beskem kita istirahat sejenak, sambil ngopi,teh, dan camilan khas Turgo. Tak lupa berbincang-bincang dengan Pak Tri. Suatu ketika, jika ada acara maka kita disarankan untuk singgah di sana. Siap pak,,, …
Hari terasa agak sore, kita pamitan untuk balik ke Jogja lagi. Perjalanan ke Turgo ini cukup berkesan, kalau ada kesempatan, ingin rasanya kembali melihat-lihat pemandangan Turgo yang masih hijau.
Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!
Catatan
- Padat Karya Tunai Desa
- Tips Naik Pesawat di Masa Pandemi
- Wisuda di Masa Pandemi (unfogottable moment), Sebuah Wisuda yang Gak Disengaja
- Teknis Navigasi Darat (Bag 3) Mengenal Kompas
- Teknik Navigasi Darat
- Menikmati Suasana Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho
- Pendakian Gunung Kembang, Belajar Pentingnya Pendakian Edukatif
- Tuhan dalam Secangkir Kopi 'sebuah resensi'
- Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan-Bremi
- Resensi Buku: Literatur Keislaman Generasi Millenial; Transmisi, Apropriasi, dan Kontestasi
- Mardigu W.P. "Jangan Pernah Berkata Saya Tidak Pernah Memperingatkan Anda"
- UGM VS UNY Kuat-Kuatan Berdiam Diri Terhadap Kemacetan Di Simpang Selokan
- Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah, sebuah resensi buku M.Quraish Shihab
- “Ekspedisi 100 Hari di Puncak Gunung Merbabu” ngobrol-ngobrol langsung dengan mereka
- Refleksi 2016, Sudut Pandang Seorang Petualang
- Masjid Tua Palopo
- Cahaya Dari Timur - Beta Maluku
- Berkaca Pada JBR Kemarin, Mari Kita Tertibkan Konvoi Motor di Jogja ke Depan
- BPJS KESEHATAN : JANGAN HANYA POMOSI, PERBAIKI JUGA SISTEM DI DALAMNYA
- Berwisata ke Lahat dan Pagaralam
- Pertama Kali ke Sumatera Selatan
- Ambulance Yang Tersandera
- BSM (Bantuan Siswa Miskin)
- Singgah ke Kampung RKI (Rumah Kayu Indonesia)
- PULANG
Gunung
- Pendakian Gunung Merbabu via Selo di Masa Pandemi
- tips Persiapan Mendaki di Masa Pandemi
- Menikmati Suasana Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho
- Pendakian Gunung Kembang, Belajar Pentingnya Pendakian Edukatif
- Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan-Bremi
- “Ekspedisi 100 Hari di Puncak Gunung Merbabu” ngobrol-ngobrol langsung dengan mereka
- Trip Rinjani (part2)
- Krakatau
- Pecinta Alam??
- Yogosem
- “Mata Air Yang Hilang”
- Sisi lain Pendakian Rinjani
- Pendakian Rinjani
- Bait-Bait Suci Gunung Rinjani
adventure
- Pendakian Gunung Merbabu via Selo di Masa Pandemi
- tips Persiapan Mendaki di Masa Pandemi
- Teknik Navigasi Darat (Bag 5) Menentukan Arah Tanpa Kompas dan Memperkirakan Cuaca
- Teknik Navigasi Darat (Bag 2) Mengenal Peta
- Teknik Navigasi Darat (Bag 4) Teknik Peta dan Kompas
- Teknis Navigasi Darat (Bag 3) Mengenal Kompas
- Teknik Navigasi Darat
- Menikmati Suasana Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho
- Pendakian Gunung Kembang, Belajar Pentingnya Pendakian Edukatif
- Hidup Berdampingan, Berdamai Dengan OPM
- Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan-Bremi
- “Ekspedisi 100 Hari di Puncak Gunung Merbabu” ngobrol-ngobrol langsung dengan mereka
- Refleksi 2016, Sudut Pandang Seorang Petualang
- Wisata ke Majalengka
- Saumlaki, Maluku Tenggara Barat
- Puncak Becici
- Wisata ke Belitung
- Jalan-Jalan ke Tanjung Puting
- Masyarakat Papua, Belum Begitu Membutuhkan Uang
- Kurullu, The Beauty of Wamena
- Singgah ke Kampung RKI (Rumah Kayu Indonesia)
- Trip Rinjani (part2)
- Krakatau
- Situs Budaya “Watu Dhukun” (Batu Purbakala)
- Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan pembaca berkomentar dengan santun untuk memberikan saran dan masukan kepada kami, terimakasih.